Membangun Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti 5

6 July 2010

Orang Selatpanjang atau Kabupaten Kepulauan Meranti yang lulus PT hanya 0,75 % (Riau Pos, 06 Juli 2010), Jika masyarakat Selat Panjang dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti ingin maju lebih cepat, maka mesti memiliki SDM lulusan Perguruan Tinggi lebih banyak lagi.Apalagi jika lulusan tersebut adalah dalam bidang keahlian yang sangat menunjang bagi pengembangan industri, usaha, dan pemerintahan. Atau sekurang-kurangnya mereka yang telah menamatkan Sarjana S1 memiliki pemikiran yang lebih, wawasan yang luas sehingga akan lebih mudah menerima program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah kabupaten kepulauan Meranti, bahkan tak jarang mereka malah mampu menghasilkan terobosan-terobosan dalam bentuk pemikiran dan aksi nyata, misalnya aktivitas sosial maupun wirausaha.
Terus, bagaimana kita dapat meningkatkan angka lulusan pendidikan tinggi di Selat Panjang khususnya dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti umumnya ? Disini dukungan pemerintah kabupaten kepulauan meranti masih diharapkan, mengapa ? Karena lulusan SMA/SMK/MA yang tidak dapat melanjutkan ke PT itu, umumnya berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan kondisi ekonomi mereka yang masih rendah, maka mereka terpaksa ikut membantu orang tua terlebih dahulu ketimbang melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT), jadi beasiswa yang lebih selektif mesti diberikan kepada mereka. Sistem pemberian beasiswa harus diperbaiki, pemerintah jangan hanya menunggu permohonan yang masuk saja, tapi jemput bola meminta data dari SMA/SMK/MA tentang calon yang berpotensi namun kurang mampu, selain itu juga harus dibuat kuota antar wilayah kecamatan, jadi ada patokan/indikator dan data yang lengkap tentang calon penerima mungkin lebih mirip penerimaan beasiswa dari BOS di SMP/MTs.
Permasalahan lain selain ketidakmampuan ekonomi adalah masalah mentalitas, banyak yang tidak mau melanjutkan karena mereka tidak terarik untuk melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi walaupun secara ekonomi mampu, ini suatu masalah lain lagi dan menuntut sosialisasi yang luas untuk mendorong mereka-mereka ini walaupun jumlah yang begini masih kecil dibandingkan karena ketidakmampuan ekonomi. Oleh karena itu, ditengah keterbatasan Anggaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mesti mengalokasikan Anggaran untuk beasiswa dalam jumlah yang besar, kemudian pola penyalurannya diperbaiki agar lebih tepat sasaran dan berdampak terhadap peningkatan angka kelulusan PT dan terhadap pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti itu sendiri.

3 komentar:

sawali tuhusetya said...

semoga dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti makin berkembang dan terus maju seiring dengan dinamika masyarakatnya yang makin cerdas dan kritis.

Anonymous said...

Bagusnye tulisan encik tentang dunia pendidikan ini, sekali2 dipublikasikan juge di harian yg beredar di slp, paling tidak pejabat pemerintah dan anggota dewan tanggap akan pemikiran2 yg brilyan dari encik ini . Sebab kadang2 banyak mereka yg setingkat pejabat daerah dan juge anggota dewan yg masih awam membaca blog (maksudnye internet lah) . Istilahnye "hare gene masih ade pejabat yg tidak punya akses email di hp nye, padahal hp tak tanggung2 mahalnye. Mudah2an tanggapan saye ni menjadi inspirasi bagi kite smue. Salut dari saye.

Elong Bujang said...

Terima kasih atas komentar dan support nya ... ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus menulis di blog saya yang sederhana ini ...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2010-2011 Sungai Linau > Kayu Ara > Rangsang Barat > Kabupaten Kepulauan Meranti All Rights Reserved.
Template Design by Elong Bujang | Published by photo RIAU | Powered by Blogger.com.