Kampanye kembali Menggunakan Sepeda di Selat Panjang dan Sekitarnya

29 September 2010

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudariku di Sungai Linau - Kayu Ara, Bungur, Melai, Parit Nibung, Parit Amat, Kedapu Rapat, Sempian Sungai Cina, Peranggas Bokor, Bantar, Selat Panjang dan Desa dan Kecamatan lainnya di Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, marilah kita kembali menggunakan Sepeda sebagai alat transportasi di wilayah kita, dan menggunakan beca sebagai angkutan masalnya, sekali lagi saya mengimbaukan untuk kembalilah ke jalan yang benar ( eh ... salah maksudnya kembali menggunakan sepeda). Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kita harus memilih sepeda kembali sepada alat transpor kita :


  1. Mengurangi Polusi sekaligus menyumbang bagi pengurangan polusi di rantau ini untuk mengurangi resiko Global Warming. Tahukah Bapak/Ibu Saudara/sdri sekalian apa akibatnya jika global warming ini tidak kita perlambat, pulau-pulau kecil seperti pulau tebing tinggi, pulau rangsang, pulau merbau dan pulau padang akan tenggelam karena naiknya permukaan air laut dan itupun sudah kita rasakan bagaimana kalau terjadi pasang besar, sebagian jalan kota Selat Panjang terendam air laut, ditambah dengan aberasi maka mempercepat proses itu.
  2. Mengurangi pemakaian BBM (menghemat sumber daya alam) terhadapat pemakaian yang tidak perlu. Kalau kita perhatikan pemakaian sepeda motor inipun banyak dipakai orang kalangan muda dan pelajar yang lebih banyak digunakan untuk hura-hura, sementara orang tua dengan susah payah dari berhutang sampai menjual kebun untuk membeli sepeda motor. Seperti terjadi di Sungai Linau kebun di gadai untuk membeli sepeda motor sementara ianya hanya digunakan untuk plesiran dan tidak produktif ketika tagihan kredit tidak terbayar kebun pun hilang. sementara sepeda motor menuntut biaya perawatan yang terus meneru dan makin meninggi. Jadi kehadirannya justru memiskinkan yang memiliki. (berbeda bagi mereka yang membelinya untuk hal yang produktif misalnya untuk ojek)
  3. Jalan-jalan terutama dipulau rangsang dan sebagian pulau tebing tinggi masih banyak yang tanah hitam (tanah redang) yang tidak cocok untuk kendaraan yang berat, akibatnya jalan-jalan berlobang bekas jejak sepeda motor dan apabila hari hujan akan menimbulkan kubangan, jika terus dilalui akan semakin memperparah keadaan jalan. Semenisasi jalan belum menjangkau seluruh jalan sampai ke rumah-rumah penduduk.
  4. Sebenarnya di negara-negara maju orang sudah banyak kembali menggunakan sepeda, jadi kita tidak perlu gengsi malah seharusnya bangga karena kita sudah bisa seperti mereka budaya dan kesadarannya, jika berkemampuan silakan beli sepeda yang bagus sudah banyak tersedia.
  5. Apalagi jarak antar rumah dan antar desa kita tidak begitu jauh (kata orang tua sejauh kangkang kera) sekali gas sepeda motorpun sudah sampai kenapa hanya karena gengsi semua harus pakai sepeda motor (Sebenarnya itu karena sudah terpengaruh iklan dan fasilitas kredit yang membombardir kita)

1 komentar:

Cik Su mengatakan...

guna speda leh jimat minyak kan....selain untuk leh la nak romantik2 dengan pakwe..hehehe..jangan marah

 
© Copyright 2010-2011 Kayu Ara All Rights Reserved.
Template Design by bakharuddin.Net | Powered by Blogger.com.